Awet Muda Bersama Sirsak

Oleh: Prof. DR. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Sirsak punya banyak manfaat. Di dalamnya terdapat zat-zat yang mampu menangkal asam urat, hipertensi, osteoporosis, dan bisa membuat awet muda. Manfaat lainnya, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan wasir, dan memperlancar pencernaan makanan.

Untuk hidup sehat, kita dianjurkan mengonsumsi 2-4 porsi buah dan 3-5 porsi sayuran per hari. Buah dan sayur merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat pangan yang sangat baik. Selain itu, sirsak juga merupakan sumber senyawa fitokimia, yang belakangan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi kesehatan.

Kita perlu bersyukur karena wilayah kita dilimpahi berbagai macam buah tropis. Buah-buahan tersebut sarat komponen gizi dan non gizi, yang sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh. Salah satu jenis buah tropis yang sangat populer karena aromanya yang tajam serta rasanya yang manis keasaman adalah sirsak. Buah ini sangat mudah dijumpai, mulai dari pasar buah tradisional hingga ke supermarket. Di restoran dan hotel, buah sirsak umumnya disajikan dalam bentuk jus dingin.

Rasanya yang manis keasaman itu memberikan sensasi tersendiri bagi para penggemarnya. Bagi yang senang sarapan dengan roti, buah sirsak juga sering ditambahkan dalam bentuk selai. Apapun bentuk olahannya, cita rasa sirsak tetap melekat kuat pada produk, sehingga sangat mudah dikenali.

Kaya Vitamin C

Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah.

Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 - 93,6 persen dari kandungan gula total.

Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.

Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).

Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.

Keunggulan sirsak terletak pada kadar sodium (natrium) yang rendah (14 mg/100 g) tetapi tinggi potasium (kalium), yaitu 278 mg/l00 g. Perbandingan kalium dan natrium yang tinggi sangat menguntungkan dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi.

Kaya Serat

Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.

Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).

Sari buah (jus) sirsak di dalam sistem pencernaan akan meningkatkan selera makan. Kegunaan lain dari sari buah ini adalah untuk pengobatan pinggang pegal dan nyeri, penyakit wasir (ambeien), batu empedu, dan lain-lain
.

Baca Selengkapnya

Kandungan Kolesterol

Baca Selengkapnya

Diet Rendah Purin

A. Purin Purin adalah protein yang termasuk dalam nukleo (inti) protein. Hasil akhir metabolisme purin adalah asam urat. Peningkatan asam urat dalam darah dapat menyebabkan penimbunan asam urat pada sendi-sendi tangan dan kaki, sehingga menyebabkan rasa sakit. Dapat juga menumpuk pada ginjal, menyebab-kan batu ginjal. B. Tujuan Diet Rendah Purin 1. Mengurangi kadar/pembentukan asam urat 2. Memperlancar pengeluaran asam urat 3. Menurunkan berat badan bila terlalu gemuk C. Bahan Pangan Banyak Mengandung Purin tinggi (150-1000 mg/100 gram makanan ) : JASBUKET J = Jeroan: hati, ginjal, usus, limpa, otak, paru-paru, babat, jamur kering A = Alkohol S = Sarden, makanan kaleng, santen kental B = Burung, bebek, angsa U = Udang : kepiting, rajungan, cumi2, kerang K = Kacang2an terutama yang digoreng/kering, kacang mete, kuwaci. E = Emping melinjo T = Tape ketan, tape ketela D. Makanan Kadar purin sedang (50-150 mg/100 gram) Daging sapi, ikan, bayam, buncis, kembang kol, jamur segar, asparagus.

Baca Selengkapnya

Died Rendah Kolesterol

A. Tujuan Diet Rendah Kolesterol 1. Menurunkan kadar kolesterol darah. 2. Menurunkan kadar trigleserida darah. 3. Menurunkan berat badan bila terlau gemuk. B. Bahan makanan tinggi kolesterol Bahan makanan yang berasal dari hewan : otak, kuning telur, hati, ginjal, limpa, jantung, daging berlemak, jenis kerang (udang, kepiting, cumi2), susu full cream, mentega, keju. C. Lemak jenuh (dihindari). Lemak babi, sapi, kambing, susu full cream, keju, mentega, minyak kelapa, margarine, coklat, adpokat. D. Lemak tidak jenuh (dianjurkan) Minyak (kacang tanah, jagung,biji bunga matahari, kedele, biji kapas, zaitun), susu skim (anlen, prolen) E. Mengatur Diet 1. Memasak pakai minyak lemak tidak jenuh (D). 2. Batasi makan daging (3xseminggu max 100g/makan) Lebih baik dengan ikan 3. Susu skim (anlene, prolene) 4. Kuning telur maksimum 3kali/minggu 5. Lebib banyak makan tahu dan tempe. 6. Batasi penggunaan gula, makanan dan minuman: sirup, coca-cola, limun, permen, tarcis, kolak, es krim. 7. Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi. 8. Makanlah banyak sayur dan buah

Baca Selengkapnya

Makanan Pendorong Tidur

Insomnia. Istilah ini kian akrab terdengar selama beberapa tahun belakangan. Kecenderungan ini pun meningkat di berbagai kota besar.

Timbulnya rasa cemas dan stres berlebihan akibat pekerjaan disinyalir sebagai salah satu biang keladinya.Bagi Anda yang mengalami hal serupa, ternyata dengan mengatur konsumsi makanan dapat membantu mengatasinya. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur Anda, seperti:

Jenis makanan

Perbanyaklah mengonsumsi makanan produk hewani seperti susu keju, daging atau ikan. Pasalnya, makanan ini mengandung tryptophan, yaitu jenis asam lemak yang menghasilkan serotonin dan mengendurkan syaraf pada pusat otak. Itu sebabnya, tryptophan ini juga sering disebut sebagai “hormon penidur”. Makanan yang tinggi karbohidrat tersebut dapat meningkatkan tingkat serotonin. Hal ini pun berlaku üntuk mengubah suasana hati, di mana makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki reaksi kimia yang dapat memengaruhi perasaan yang diproduksi otak. Bila perasaan positif, maka tidur pun menjadi lebih mudah dilakukan.

Jarak waktu makan

Pola pengaturan waktu yang tepat sedikit banyak membantu proses tidur Anda. Jarak makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur justru akan meningkatkan metabolisme dan suhu tubuh. Padahal ketika tidur tubuh yang tenang sangat dibutuhkan, sehingga keadaan tersebut justru membuat tidur semakin sulit. Oleh karena itu, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan dalam jumlah besar minimal 2 jam sebelum tidur. Kalaupun ingin makan, konsumsilah makanan yang tinggi karbohidrat 2-4 jam sebelum tidur, seperti nasi, cokelat, kentang, atau es krim. Lagipula, dengan cara ini Anda juga dapat menjaga berat badan, mengingat tidur setelah makan besar jusru akan banyak menyimpan lemak.

Apabila senang mengudap di malam hari, sebaiknya pilihlah makanan seperti sereal gandum yang dicampur susu, tofu, bubur gandum, atau roti yang ditaburi wijen. Namun, tetap saja berikan jarak minimal satu jam sebelum tidur karena tryptophan juga membutuhkan Waktu untuk merangsang otak.

Dengan demikian, tak heran bila muncul ungkapan yang mengatakan bahwa jam kerja yang paling produktif justru terjadi pada pagi hari hingga waktu sebelum makan siang. Selebihnya adalah perjuangan melawan kantuk setelah perut terisi penuh. Semuanya itu tergantung dari apa yang dimakan, bukan? ADT.

Baca Selengkapnya
...disinilah wadah tulisan/kumpulan bersama teman senasibku, seperjuanganku merasakan awal mula yang berbeda menjadi suatu kebersamaan, ...belajar dari perbedaan, pergaulan dan pengalaman semua ada disini.....

Tentang-Ku

Foto Saya
aku...
empat dari lima saudaraku......... serui kota kelahiranku.............. gemolong kota kecilku.............. solo kota kenanganku.............. jogja kota jantungku............... wisata kuli keseharianku........... (maaf, bukan kuliner yach...)
Lihat profil lengkapku
<a href="http://www.clock4blog.eu">calendar widget for blog</a>
free counters
ShoutMix chat widget